PALONTARAQ.COM, JAYAPURA – Banjir bandang yang merendam Kecamatan Sentani, Jayapura, Papua sejak Hari Sabtu (16/3) berangsur-ansur  surut. Seperti dilaporkan Lukman Solehudin dari Tim Disaster Emergency Response-Aksi Cepat Tanggap (DER-ACT) yang sudah tiba di lokasi sejak Hari H banjir di Sentani, melaporkan beberapa titik wilayah di Kecamatan Sentani masih terendam banjir.

Menurut keterangannya, banjir yang sebelumnya sudah surut kembali terjadi akibat hujan deras terus mengguyur semalaman, Ahad (17/3).Bahkan genangan air dan lumpur menyebabkan sejumlah jalur kendaraan mengalami kemacetan.

Di Jalan Raya Kemiri, misalnya, perjalanan tim menuju Posko Induk Pemerintah di Kantor Bupati Jayapura sempat terhambat. “Kami ingin meninjau data korban dan dampak yang terjadi akibat bencana,” terang Lukman, Senin (18/3).

Jalanan masih berlumur di jalan poros Sentani. (foto: act/palontaraq)
Jalanan masih berlumur di jalan poros Sentani. (foto: act/palontaraq)

Hingga Senin (18/3), tercatat 73 warga meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut. Sementara jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah, mengingat masih banyak warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.Tak hanya korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan ribuan warga mengungsi dari rumah mereka yang terendam banjir dan mengalami kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, ada sekitar 4.157 orang mengungsi di beberapa titik pengungsian Kota Jayapura..Posko Induk Pemerintah di Kantor Bupati Jayapura, kata Lukman, merupakan satu dari beberapa titik pusat pengungsian di Jayapura.

Sekiranya ada ratusan warga yang mengungsi di sana, sebab rumah mereka terendam banjir, bahkan ada yang sudah mengalami kerusakan.“Kami juga sempat mendapat laporan, sebagian kecil dari warga ada yang memilih bertahan di rumah, meski air ataupun lumpur masih menggenang. Bahkan ada daerah yang terisolir, warga yang tinggal di sana tidak bisa keluar, kami pun tidak bisa menyambangi mereka untuk beri bantuan,” ungkap Lukman.

Hingga Senin (18/3) pukul 13.30, Lukman dan tim sedang mengupayakan pendirian Posko Kemanusiaan ACT di Sentani. Selain posko, nantinya juga akan ada Dapur Umum untuk menopang kebutuhan pangan para korban selama fase darurat, baik yang mengungsi maupun yang memilih tinggal di rumah.

“Sekarang kami masih mencari lokasi yang tepat untuk pendirian posko dan dapur umum, sembari menyisiri titik-titik wilayah yang terkena dampak banjir paling parah” kata Lukman.Lukman menambahkan, tim juga terus membagikan makanan siap santap untuk para korban terdampak banjir.

Air mulai surut dalam tiga hari terakhir ini. (foto: act/palontaraq)
Air mulai surut dalam tiga hari terakhir ini. (foto: act/palontaraq)

Sekiranya ada ratusan paket yang disiapkan untuk memenuhi asupan pangan mereka setiap hari. Sebab bagi Lukman, makanan siap santap adalah kebutuhan paling darurat bagi mereka.“Di fase emergency, mereka sangat membutuhkan makanan siap santap. Hari ini, kami sudah mendistribusikan 200 paket makanan.

Ke depannya, insya Allah, kami targetkan akan menyiapkan 1.000 paket, tentu dibantu dengan adanya Dapur Umum. Semoga dapat lekas terealisasi,” pungkas Lukman.ACT membuka kesempatan bagi Sahabat peduli yang ingin berpartisipasi.

Salurkan bantuan terbaik Anda melalui rekening atas nama (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap: SULSELBAR Syariah # 5100 5321 0417 1658 BNI Syariah # 777 1659 997 Mandiri # 127 000 781 6596Muamalat # 8010 1071 82 CIMB Niaga Syariah # 8600 0680 9700

Konfirmasi bantuan bisa melalui WA Center: 0822 1000 9756, SMS Center: 082210009756, Hotline : 0821 9224 1414 Careline: 0411 898 6113, Email: actsulsel@act.id  Twitter dan Instagram: @ACT_Sulsel, FB: Aksi Cepat Tanggap SulawesiSelatan, Website: www.act.id

Mari bantu saudara-saudara kita di Sentani, Papua. (*)