PAREPARE, Palontaraq.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Parepare akan mengusulkan penonaktifan sejumlah 1.799 peserta BPJS Kesehatan karena dinilai datanya tak valid. Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Iwan Asaad.

Iwan Asaad mengungkapkan alasan di balik usulan dinonaktifkannya ribuan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Kota Parepare tersebut lantaran ditemukan data ganda, berdasarkan hasil validasi dan verifikasi oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Parepare.

“Iya, sebanyak 1.799 nama Peserta Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan diusul dinonaktifkan. Hal ini ditempuh karena terindikasi data kepesertaan ganda, juga terdapat ratusan diantaranya sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Selain alasan tersebut, pengusulan penonaktifan penerima bantuan iuran yang dibayarkan melalui APBD Pemkot Parepare ini, lantaran sejumlah nama dalam data tersebut tidak lagi berstatus sebagai warga Parepare. “Jadi 1.799 dimaksud, ada yang bukan warga Parepare. Malah 300 orang diantaranya sudah meninggal. Tidak mungkin APBD Parepare dinikmati oleh yang bukan warga Parepare lagi,” tukasnya. (*)