Belum genap dua minggu diperkenalkan, pendaftaran top-level domain (TLD) .dev (dot dev) akhirnya mulai dibuka untuk umum.  Seperti namanya, TLD .dev merupakan domain yang dinilai  Google cocok untuk pengembang aplikasi (developer) dan para pelaku industri teknologi. Peminat TLD .dev bisa mendaftarkan Nama-nama domain website dengan akhiran TLD .dev, seperti inixindo.dev.

Nantinya, di situs atau website dengan domain tersebut, para developer  bisa memamerkan sofware terkait komputer, bahasa pemrograman, blog, dan informasi terkait lainnya.

Terkait website, secara default, semua situs berakhiran .dev akan menggunakan HTTPS untuk melindungi website sekaligus pengunjung dari bahaya serangan malware iklan, tracking injection dari para penyedia layanan internet (ISP), maupun jaringan Free Wi-Fi yang tak terproteksi.

Untuk mendapatkan TLD .dev ini,  peminat bisa mendaftarkan nama domain yang mereka inginkan di berbagai macam registrar preferensi mereka.

Daftar registrar yang mendukung TLD .dev sendiri bisa dilihat di https://www.registry.google/register-a-domain/#!/. Untuk harga domain pun bervariasi tergantung registrar yang dipilih, rata-rata harganya mulai dari 15 dollar AS atau setara dengan Rp 211.796 per tahun.

Uniknya, Google menawarkan TLD .dev secara gratis kepada para peminat yang telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan tiket acara Google I/O tahun ini.

TLD .dev ini sendiri merupakan alternatif dari TLD .app yang sudah diluncurkan Google tahun 2018 lalu. Serupa seperti TLD .dev, TLD .app juga cocok untuk para developer  aplikasi dan mereka yang bergelut dalam dunia teknologi informasi.  (*)