JAKARTA – Tingginya upaya untuk mewujudkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), membuat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama United Nations Development Programme (UNDP) harus menggandeng akademisi dalam Pusat Penelitian Nasional, di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Pusat penelitian ini didirikan oleh 100 akademisi dari 50 universitas terkemuka dan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di Indonesia. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia harus mendukung kolaborasi aktif dalam isu-isu pembangunan berkelanjutan.

“Kami melihat platform ini akan memainkan peran penting dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam kurikulum dan penelitian serta menyebarkan paparan kebijakan publik terkait SDGs.  Pada akhirnya, Akademisi harus terlibat dan berkontribusi aktif dalam Penelitian SDGs di Indonesia.  Kondisi ini akan memicu gairah untuk melakukan diskusi publik dalam mencari solusi untuk SDGs,” jelasnya, Senin (21/1/2019).

Kepala Bappenas
Kepala Bappenas, Prof Dr Bambang Brodjonegoro

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Christophe Bahuet, menerangkan akademisi di Indonesia dapat berkontribusi dan menjalankan peran penting dalam memberi informasi kepada para pembuat keputusan melalui analisis berbasis bukti tentang isu-isu SDGs. UNDP berpandangan universitas memiliki dua peran penting terkait dengan pencapaian SDGs. “Saat ini, ada tujuh pusat SDGs lokal di universitas di Indonesia, antara lain Universitas Padjajaran di Bandung dan Universitas Bengkulu. Masing-masing SDGs memiliki model dan fokus berbeda,” ungkapnya.

Mengapa harus sektor Pendidikan? “Pertama, sektor pendidikan dapat membantu para pemimpin masa depan negara untuk mengenal lebih jauh tentang Pembangunan Berkelanjutan. Kedua, Keterlibatan universitas untuk melakukan penelitian akademik yang dapat mendorong inovasi untuk mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Platform yang kami luncurkan hari ini akan membantu universitas memainkan dua peran tersebut,” tuturnya. (*)