INGIN memulai menulis di media online, tapi seringkali semangat tidak seiring dengan kemampuan menemukan topik  tulisan?  Bingung mau menulis apa?  Mau ngeblog, tapi seringkali malah bingung mau menulis tentang apa?  Ini bukan gejala personal yang dihadapi satu atau dua blogger, tetapi hampir dipastikan semua blogger pernah mengalaminya. Bahkan, hal seperti ini tidak hanya terjadi pada blogger pemula. Bagi yang sudah lama ngeblog pun, kondisi writer’s block adalah sesuatu yang umum  terjadi.Akibatnya, tidak hanya jumlah tulisan yang berkurang, semangat menulispun menjadi rendah. Hal ini bisa dilihat dari jumlah postingan yang biasanya bisa sehari 1-2 tulisan berubah menjadi 1-2 dalam sepekan.  Bahkan kesibukan menelan keasyikan menulis, sehingga menjadi hanya 1-2 tulisan dalam sebulan. Blog pun terbengkalai. Di satu sisi kita menyadari bahwa Menulis adalah Kebutuhan untuk Berkembang

Lihat juga: Menulis Travel Blogging

Kejadian seperti ini hal yang lumrah. Kadang rutinitas kita berubah, atau bisa juga ada tekanan-tekanan baru dalam keseharian, baik itu pekerjaan, relationship, keluarga, maupun pertemanan yang perlu diprioritaskan.

Di balik itu pastinya terjadi beberapa proses adaptasi yang tengah diupayakan untuk jadikan hidup kita lebih seimbang, so be kind and don’t blame yourself too much!  Ini gejala yang biasa saja terjadi. Bisa terjadi pada penulis pemula, dan penulis sendiri sudah sering mengalaminya, apalagi jika kita hanya menjadikan menulis atau ngeblog itu sebagai hobi atau pekerjaan sampingan.

Sejak Penulis mengurus desa, dalam kapasitas sebagai pendamping desa, Local Community Organizer (LCO), hampir pasti kesempatan untuk menulis untuk jarang ada, karena sibuk mengurus desa dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.  Barulah saat ini setelah pekerjaan itu dilepas, ada banyak waktu untuk menulis dengan kondisi hati yang juga tidak terbebani dengan urusan lain.

Memang untuk menjadi penulis, blogger yang ‘survive’ harus tahan banting memperhatikan dengan serius lalu lintas informasi dan punya cukup waktu untuk menanggapinya, karena ngeblog juga harus mempertimbangkan trending topic yang sedang ramai dibicarakan masyarakat.

Durasi dan kompleksitas kegiatan harus diatur sedemikian rupa agar waktu ngeblog cukup.  Menulis itu perlu suasana hati yang tenang dan tak terbebani oleh hal-hal lain pada saat menulis.  Hanya sedikit blogger dan penulis yang bisa menjaga dengan baik ritme rutinitasnya, pada saat yang bersamaan kesibukannya di kegiatan lain juga  bertambah. Blogger dan Penulis memang tidak boleh lari dari tantangan, karena keseruan dan kesibukannya sendiri bisa dibuat  seru dan menantang, sebagai bahan tulisan.

Lihat juga: Berpikir Bebas, Menulis Bebas

Jika  waktu untuk menulis kurang, biasanya kita diperhadapkan pada dua pilihan:  menulis cerita atau menulis blog. Saya yakin jika saat ini memaksakan untuk menjalankan keduanya, hasil akhirnya malah berantakan dan pastinya akan mempengaruhi Orang-orang di sekitar kita.  Jadi , harus punya lebih banyak waktu untuk menulis, baik cerita maupun blog, karena Blog sekalipun harus di-update,  baik performa tampilannya maupun kontennya.

Tujuan ngeblog itu sharing, membagi sesuatu yang kita ketahui  berdasarkan pemikiran dan pengalaman—dan berharap semua itu bermanfaat.  Jika sudah memantapkan niat untuk ngeblo, mulailah memikirkan untuk concern menulis tentang apa?  Mudahkah? Ternyata tidak juga.

Carilah tempat yang bisa membuatmu tenang menulis. (foto: ist/palontaraq)
Carilah tempat yang bisa membuatmu tenang menulis. (foto: ist/palontaraq)

Setelah lewati proses trial and error,  tahapan dibawah ini mungkin bisa membantu, yaitu suatu  tahapan memulai ngeblog, baik itu yang baru maupun yang butuh pembaruan lagi, dengan cara berikut:

1. Pilih topik blog favorit saat browsing

Sebelum mulai benahi blog, silakan  blogwalking dulu ke beberapa blog favorit.  Topik Blog atau menu tulisan yang kamu sukai itu apa? Contohnya di blog Palontaraq.com ini,  diantara menu yang ada, manakah yang kamu sukai: Berita, Bisnis, Creative, Digital, Edukasi, Fiksi, Info Pemilu, Traveling, Hobi, atau yang lainnya.  Kamu juga berkunjung ke blog lainnya: Palontaraq.com untuk melihat dan mempelajari kemungkinan menulis tentang apa.  Banyak sekali inspirasi yang bisa  dapatkan dari browsing.  Misalnya, memantapkan diri menjadi penulis fiksi, cerpen atau puisi.  Tentu jika itu benar, kita akan menyadari bahwa menulis fiksi memang passion kamu sejak dulu!

2. Gali ide blog post sesuai kategori pilihan

Setelah kita mengetahui apa kategori blog yang kita suka, tanya ke diri sendiri: Apakah kita akan menulis blog dengan kategori yang sama, atau mencari yang lain lagi.  Setelah itu, urai kategori maupun topik umum tersebut menjadi ide-ide yang lebih kecil dan spesifik seperti contoh ini:

Kategori: Fiksi
Sub-kategori: Cerpen
Ide tulisan:

  • kisah menjadi relawan bencana
  • nasib jadi jomblo, antara baper dan laper
  • kisahku bersama anak jalanan

Masih bingung mau menulis apa? Coba ditelusuri cerpen-cerpen berikut, siapa tahu bisa menginspirasimu.

3. Buat beberapa judul blog post dari topik favoritmu

Setelah menuliskan beberapa ide dasar untuk artikel, esai,  feature,  atau tulisan fiksi di blog, berikutnya adalah mengurai ide-ide tersebut menjadi beberapa judul blog post yang menarik dan sesuai dengan segmented pembaca. Contohnya tulisan Travelingberikut:

4. Lihat Google Trends untuk inspirasi ide blog post

Cara lain untuk mencari ide-ide menulis blog post adalah dengan mengacu pada apa yang sedang trending atau ramai dibicarakan saat ini  melalui Google Trends. Pastikan  memilih bagian Trending Now dengan pilihan negaranya Indonesia. Kekurangan dari cara ini adalah  seringkali  kita terjebak menulis sesuatu yang bukan bahasan sehari-hari blog kita demi mengikuti tren yang sedang berkembang.

Temukan Passionmu dalam Ngeblog. (foto: ist/palontaraq)
Temukan Passionmu dalam Ngeblog. (foto: ist/palontaraq)

5. Buat kerangka blog post: intro – masalah – solusi – manfaat

Menulis ada tekniknya dan teknik menulis ini berbeda-beda tiap orang, tergantung passionnya dan jenis tulisannya: fiksi, artikel, esai, dan lain sebagainya.  Dalam menulis,  secara umum — jika dianggap perlu — menerapkan teknik yang sama ketika menulis fiksi. Bedanya, pada menulis fiksi mengacu pada penyusunan plot awal-tengah-akhir, sedangkan pada blog menggunakan kerangka intro – masalah – solusi – manfaatnya. Contoh penerapannya:

Judul blog post: Khazanah Pengobatan Bekam
Intro: Keutamaan Berbekam (Hijamah)
Masalah: Berisi tentang tulisan yang menjawab pertanyaan.  Misalnya: Bolehkah Berbekam saat Puasa?  atau Bisakah Vertigo diatasi dengan Berbekam?atau Bolehkah wanita haid dibekam?
Solusi: Standar Operasional Prosedur Berbekam
Manfaat:  Sunnah Berbekam dan Manfaatnya

Setelah elemen-elemen di atas dapat dituangkan dalam satu tulisan,  bisa juga dituangkan dalam tulisan yang terpisah tapi disatukan oleh link yang dimasukkan sebagai bagian dari tulisan sehingga menjadi blog post yang utuh.

6. Selipkan pendapat dan pengalaman personalmu

Tulisan akan terasa “hidup” jika kita tak sekadar menulis sesuai kaidah berbahasa yang baik dan benar saja, tapi juga bercerita dari pendapat dan pengalaman pribadi kita as a person. Tidak perlu umbar semuanya, cukup disisipkan beberapa poin yang perlu dan relevan sesuai dengan topik post. 

7. Gunakan bahasa lugas dan mudah dimengerti

Yang juga tidak kalah penting, gunakan bahasa seperti saat sedang mengobrol dengan teman. Akrab, hangat, lugas, jelas dan mudah dimengerti.  Tak perlu pakai bahasa alay maupun bahasa gaul yang belum tentu dipahami oleh banyak pembaca.

Jangan berhenti nge-blog hanya karena  bingung memulainya, bingung mau menulis apa?  Tulislah apa yang kamu lihat, alami dan rasakan.  Bandingkan dengan referensi yang ada lewat browsing dan temukan cara yang asyik menuturkannya dalam bahasa yang mudah dipahami.

Bagi kamu, yang sudah punya pengalaman menulis atau ngeblog dan mampu keluar dari kebingungan mau menulis tentang apa, bisa dibagi Tips dan Trik dalam mengatasinya di sini ya: MULAI MENULIS DI PALONTARAQ