Pantai Losari merupakan ikon Kota Makassar. Dahulunya, pantai ini pernah mendapat julukan sebagai pantai yang mempunyai meja terpanjang di Indonesia, mungkin juga di dunia karena panjangnya warung-warung berjejer di sepanjang bibir pantai. Pemandangan era Tahun 90-an itu tak lagi dapat ditemui sekarang, sejak adanya reklamasi pantai losari.

Warung-warung yang menjajakan kuliner khas Makassar tersebut meski masih ada, hanya saja sudah berkurang jumlahnya, dan sudah dipindah ke tempat yang tidak begitu jauh dari Pantai Losari. Oleh Pemerintah Kota Makassar, reklamasi dan penataan pantai dimaksudkan untuk menjadikan Pantai Losari sebagai destinasi wisata pantai yang lebih nyaman dan bersih.

Tulisan "Makassar" di Pantai Losari. (foto: ist/palontaraq)
Tulisan “Makassar” di Pantai Losari. (foto: ist/palontaraq)
Suasana Pantai Losari hasil reklamasi. (foto: ist/palontaraq)
Suasana Pantai Losari hasil reklamasi. (foto: ist/palontaraq)
Suasana sore di Pantai Losari. (foto: ist/palontaraq)
Suasana sore di Pantai Losari. (foto: ist/palontaraq)

Kuliner khas di Pantai Losari itu beragam, mulai dari makanan berat seperti Nasi ikan bakar, yang populer seperti bakso, sampai yang khas hanya ada di Makassar seperti pallu butung, pisang epek, pisang ijo, sop konro, coto makassar, dan sebagainya. Beberapa menu masakan laut juga bisa didapatkan sepanjang Pantai Losari, seperti lobster, cumi-cumi, udang, ikan berbagai jenis dan lain sebagainya. Harganyapun sangat terjangkau.

Baca juga: Pesona Karst dan Wisata Sungai Rammang-rammang

Keunikan dan keistimewaan dari Pantai Losari yang tetap melekat adalah eksotisme sunset dengan pemandangan pulau-pulau di sebelah selatan Makassar. Meski kini sudah banyak bangunan baru, seperti Mesjid Terapung “Amirul Mukminin”, Tulisan “Pantai Losari”, “Bugis”, “Makassar” sebagai ornamen dari reklamasi pantai, namun bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai tetap saja tak bisa melewatkan pemandangan indah matahari terbit dan terbenam.

Pantai Losari tetap saja menjadi bagian yang tak terpisahkan dari traveling di Kota Makassar. Pantai ini juga sudah merekam jejak perubahan Kota dan wajah pantai, di jalur jalan menuju Fort Rotterdam tersebut, sebagai bekas bandar pelabuhan Kerajaan Gowa-Tallo, empirium besar Abad 16-17 di nusantara bagian timur.

Dari Bandar Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai di pantai bersejarah ini, sedang dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin dapat dicapai 45-60 menit perjalanan. Biasanya wartawan, traveler atau fotografer profesional memanfaatkan hotel-hotel di depan Pantai Losari sebagai tempat menginap yang asyik dan tenang, seraya menunggu pemandangan sunset atau sunrise di selatan Kota Makassar. (*)

Lihat juga: Ngabuburit di Wirsal PangkajeneĀ