PALONTARAQ.COM –  Relawan Pendidikan Indonesia (RPI), Sabtu (16/2/2019)  memberangkatkan 10 Relawan menuju Kampung Muallaf Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.  Setelah seharian full melakukan perjalanan akhirnya para relawan dari RPI yang akan mengabdikan diri di Kampung Muallaf selama sepekan ini akhirnya berhasil sampai di Pedalaman Pinrang, tepatnya di Dusun Makula, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang.

Lebih dari 200 jiwa telah masuk Islam di Kampung Muallaf Dusun Makula ini, Hampir 6 tahun lamanya mereka hidup sebagai mualaf  tanpa  pembinaan dan pendampingan,  terpinggirkan tanpa pemahaman agama, sementara disisi lain kemiskinan masih mendera, sistem jual beli yang masih barter, rumah beralaskan papan dan dinding dari spanduk bekas, pakaian menutup aurat untuk menghangatkan tubuh pun masih sangat terbatas.

Rumah Warga Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Rumah Warga Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Pembangunan Mesjid Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Pembangunan Mesjid Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Relawan Pendidikan di Kampung Muallaf, menembus pedalaman. (foto: RPI/ist)
Relawan Pendidikan di Kampung Muallaf, menembus pedalaman. (foto: RPI/ist)

Walaupun dalam kondisi memprihatinkan, namun semangat warga setempat untuk Belajar Islam sangat luar biasa. Setiap selesai shalat fardhu, Anak-anak dan orangtua memenuhi masjid meski ‘mesjid’ yang dimaksud belum benar-benar menjadi mesjid dan baru  sementara dibangun.  Kondisi yang ada sekarang sudah bisa dipakai  belajar mengaji dan mengajarkan shalat kepada mereka.  Masjidnya sendiri dibangun oleh warga dengan cara mengumpulkan batu dari sungai terdekat untuk dijadikan pondasi masjid.

“Kapilngan Batu” pun nampak di sekitaran bangunan masjid. Menurut mereka, baik anak-anak, orang tua bahkan nenek-nenek,  batu yang mereka kumpulkan untuk membangun masjid kelak akan menjadi bangunan rumah di surga, suatu pengharapan dari doa dan semangat menanamkan tauhid dalam jiwa mereka.

Para Relawan mengambil batu kali untuk pondasi Mesjid Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Para Relawan mengambil batu kali untuk pondasi Mesjid Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Pembangunan Mesjid Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Pembangunan Mesjid Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Suasana shalat di Mesjid Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Suasana shalat di Mesjid Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)

Selain membantu warga membangun masjid,  Relawan RPI juga berbagi perlengkapan sekolah,  Buku “Iqra”, Al Qur’an,  Jilbab, Mukenah, serta ikut membina Anak-anak kampung muallaf.  Warga Kampung Muallaf sangat  senang dengan kehadiran  relawan RPI dan juga relawan lainnya yang datang membantu dan membina keislaman mereka.  Saat hari terakhir pengabdian di Kampung Muallaf itu, seperti dituturkan Nur Indah Rusli, saat kami akan meninggalkan lokasi, Anak-anak mendoakan agar turun hujan supaya kami tidak jadi pulang. “Bahkan saat kami berjalan meninggalkan kampung,  Anak-anak mengikuti kami sampai di lokasi parkirnya kendaraan sekitar 1 km dari lokasi, ” tuturnya.

Relawan Pendidikan dan Anak-anak Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Relawan Pendidikan dan Anak-anak Kampung Muallaf. (foto: RPI/ist)
Relawan Pendidikan Indonesia di Kampung Muallaf Pinrang. (foto: RPI/ist)
Relawan Pendidikan Indonesia di Kampung Muallaf Pinrang. (foto: RPI/ist)

Rasa haru dan bahagia dapat membantu dan membina Kampung Muallaf juga turut dirasakan Ahmad Yani, Anton, Ibrahim, Nawir, Mega Ayuni, Ahdas Adi Hamdika, Athen, dan Intan Nawir, yang di Makassar mereka juga membina Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ).  “Selesainya kegiatan RPI pekan ini di Kampung Muallaf bukanlah akhir, namun bagian dari perjalanan RPI dari sekian banyak perjalanan yang harus dilakukan. Insya Allah setiap pekannya RPI akan mengirimkan Relawan ke Kampung Muallaf Pinrang secara bergiliran untuk membina Anak-anak Kampung Muallaf,” ujar Ahmad Yani.

Bagi masyarakat yang ingin turut membantu warga Kampung Muallaf Pinrang dan daerah binaan lainnya Relawan Pendidikan Indonesia, dapat menyalurkan donasinya ke: Nomor Rekening Bank BRI : 7491-01-006044-53-9 atas nama. Nur Indah Rusli. (*)