INGGRIS – Raksasa industri mobil asal Jepang, Honda, disebut berencana menutup pabrik di barat daya Inggris pada tahun 2022, dan karenanya 3,500 karyawan cemas kehilangan pekerjaan. Dilansir dari AFP, Honda akan mengumumkan penutupan pabrik Swindon pada Selasa (19/2), namun masih mempertahankan kantor pusat di Eropa, di dekat Bracknell.

Nissan dan Ford juga telah menunjukkan tanda serupa seiring dengan Inggris yang mempersiapkan diri meninggalkan Uni Eropa, sekalipun anggota parlemen Justin Tomlinson menyatakan keputusan Honda tersebut tidak terkait dengan Brexit. “Saya telah berbicara dengan… Honda. Mereka menjelaskan hal ini [penutupan pabrik] akibat dari tren global dan bukan Brexit karena produksi pasar Eropa yang akan terkonsolidasi di Jepang pada 2021,” cuitnya di Twitter.

Honda menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa mengeluarkan komentar apapun terkait banyaknya spekulasi yang beredar. “Kami menganggap tanggung jawab dengan para pekerja sangat serius dan akan selalu mengomunikasikannya mereka [tenaga kerja] terlebih dahulu,” ujar pernyataan pihak Honda.

Seorang karyawan keuangan Honda, Sue Davis mengatakan bahwa berita itu ‘menghancurkan’ wilayah kerjanya. Pabrik Swindon, satu-satunya yang dimiliki Honda di Eropa, telah memproduksi model Civic selama lebih dari 24 tahun, menggelindingkan 150 ribu unit per tahun. Nissan selaku pesaing Honda mengumumkan di awal bulan ini bahwa mereka membatalkan rencana membangun X-Trail SUV di timur laut Inggris, salah satu penyebabnya adalah ketidakpastian Brexit.

Setahun lalu, wakil presiden senior Honda di Eropa, Ian Howells mengatakan jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, perusahaannya akan rugi puluhan juta pound. Ia menyatakan, pihaknya tetap mempersiapkan kemungkinan tersebut. (*)