JAKARTA, Palontaraq.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Dewan Pers dan Bawaslu. Rapat yang dilaksanakan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019) ini membahas jadwal kampanye rapat umum dan sosialisasi fasilitas iklan kampanye di media.

Rapat yang sifatnya koordinasi dan membangun kesepahaman terkait aturan serta mekanisme iklan kampanye di media ini dibuka oleh Ketua KPU Arief Budiman, didampingi Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dari Bawaslu hadir ketuanya Abhan, sedang dari Dewan Pers hadir Ahmad Djauhari, serta perwakilan tiap peserta pemilu.

Baca juga: Tentang Hak (Pindah) Memilih

Arief mengatakan KPU telah mengatur jadwal dan durasi iklan kampanye dapat dilaksanakan. Arief meminta peserta pemilu dan media mematuhi aturan tersebut. “KPU terkait beberapa ketentuan sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu, disitu telah diatur, kapan jadwal dan bagaimana polanya, berapa kali siarannya dan seterusnya,” tutur Arief.

Arief mengatakan peserta pemilu dan media harus memahami aturan terkait iklan kampanye. Menurutnya, bila tidak memahami regulasi, maka dapat menjadi potensi pelanggaran kampanye. “Jadi, kami mohon bukan hanya peserta pemilu untuk mematuhi, tapi juga teman media untuk bisa mematuhi petunjuk teknis yang disampaikan KPU. Karena kadang-kadang teman peserta pemilu bertemu media dan media memberikan peluang, sama-sama belum memahami masalahnya. Kalau masih ragu terkait hal ini, silakan dikonsultasikan dengan tim help desk KPU. Pemahaman pada semua regulasi harus sama, karena kalau tidak sama, berpotensi terjadinya pelanggaran,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan bahwa saat ini belum memasuki masa kampanye di media massa dan elektronik. Kampanye ini baru dapat dilakukan mulai 24 Maret 2019. “Saat ini belum saatnya untuk berkampanye melalui iklan media massa ataupun melakukan kampanye rapat umum. Tahapan itu baru akan dimulai pada tanggal 24 Maret sampai 13 April 2019,” ungkap Wahyu. (*)