SEMUA Utang yang menghasilkan manfaat, itu riba. Jika utang 10.000 dan harus kembalikan 10.200 maka yang 200 itu adalah Riba. Fatwa MUI No 1 th 2004 telah menegaskan tentang Haramnya Bunga dalam praktek bank-asuransi-leasing-pasar modal-koperasi ataupun pinjaman individual (rentenir).

Lantas, kok sudah diharamkan, tapi mengapa masih? Jawabnya tentu salah satunya adalah karena ulama tidak memegang kekuasaan dan rezim pemerintah yang berkuasa tidak mau mendengarkan fatwa ulama. Tidak ada tempat di TV dan media mainstream lainnya untuk ustadz yang ahli fiqh muamalah.

Mengenai praktek ribawi yang mengekang seluruh aspek kehidupan ekonomi ummat ini, Rasulullah SAW melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah), penulis transaksi (sekretaris) serta dua orang saksi yang menyaksikan. Mereka semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW melaknat para pelaku riba dan siapa saja yang bekerjasama dalam dosa ribawi. Abu Hurairah menguraikan bahwa “Riba adalah 73 dosa, yang paling ringan sama dosanya dengan berzina dengan ibu kandungnya sendiri.” (HR. Ibn Majah). Ingatlah bahwa satu dirham riba yang dimakan dalam keadaan dia mengetahuinya itu lebih buruk daripada 36 kali berzina dan Allah SWT tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, serta selalu berbuat dosa.

Firman Allah SWT dalam Qs. Al-Baqarah: 279, “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”

Sangat tegas dan jelas, belum pernah Allah SWT menantang perang kecuali terhadap para pelaku Riba. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW menjelaskan, “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu.”(HR.Ahmad).

Rezeki bukan bagaimana kamu bekerja tapi bagaimana Allah SWT memberikannya. Orang yang main riba seperti sakit gila. Bahkan seorang pelajar,santri,ulama sekalipun harus berjuang keras untuk menghindarkan diri dari riba. “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Qs.Al-Baqarah: 275)

Bisakah hidup tanpa Riba di Indonesia? Rasulullah SAW mengatakan, “Akan datang suatu zaman dimana manusia memakan riba, dan yang tidak memakannya, mereka terkena debunya.” (HR. Ahmad dan an-Nasa`i). Kenyataan saat ini, umat dikelilingi praktek ribawi, yang sebenarnya memang kepada kehancuran. Sebut saja dalam hal penjualan KPR Rumah, leasing Mobil, Kartu Kredit Belanja, Liburan/Sekolah pake Kredit Tanpa Agunan, Bisnisnya asuransi baik syariah/umum, dan lain sebagainya. Kita selama ini telah menantang Allah SWT tapi tidak menyadarinya.

Bagaimana melawan Riba? Harus mulai dari diri sendiri. Yang masih seneng leasing agar diingatkan nikmatnya hidup tanpa utang, bantu kaum dhuafa yang terlibat rentenir agar terbebas dari jerat utang. Bank tidak mungkin ditutup tapi bisa dibenahi akad-akad atau perjanjiannya. Mari introspeksi, jika hidup bermasalah, maka boleh jadi penyebabnya adalah praktek Riba.

Tinggalkan riba Karena dosanya ngeRIBAnget. Taat pada Allah SWT, jgn menantang Allah SWT. Keajaiban akan muncul satu persatu, asalkan ikuti saja aturan Allah SWT, niscaya Allah SWT akan berikan jalan rezeki yang tak terduga.

Berikut ini 8 jurus (Tips) agar terbebas dari utang dan riba.

1. Taubat. Minta Ampun kepada Allah SWT. Lalu ambil tindakan: Potong Kartu Kredit (pintu godaan riba) dan Jual aset sumber riba.

2. Berazzam. Bercita-cita, bertekad kuat untuk meninggalkan segala praktek ribawi. Kumpulkan semua jejak riba (potongan KK, dokumen utang bank, KPR, leasing, asuransi, dan lain-lain) untuk pelajaran anak kita agar kelak tidak mainan riba.

3. Perbaiki ibadah total. Dulu ibadah hanya sisa-sisa dari kesibukan. Sekarang kejar ibadah sholat tepat waktu, sholat sunnah ditambah. Firman Allah SWT dalam Qs. Al-Baqarah: 153 menyebutkan, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

4. Perbanyak Do’a dan Dzikir. Doanya, “Allohumma inni ‘audzubika minal mahtsam wal maghrom”. (Artinya: Ya Allah aku berlindung dari dosa dan jeratan utang). Dzikirnya, “Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wani’man nashir. (Artinya: Cukuplah bagiku Allah dan Allah sebaik-baik penolong dan pelindung).

5. Naikkan pendapatan. Kerja lebih giat, gali potensi dan rebut peluang untuk meningkatkan pendapatan/pekerjaan sampingan.

6. Tunda kesenangan. Fokus untuk melunasi semua utang dulu

7. Blacklist diri sendiri. Kalau ada BI checking, datangi bank minta keringanan agar bisa melunasi pokok hutangnya saja. Berdoa, “Ya muqollibal qulub”, hanya Allah yang sanggup membolak-balikkan hati manusia. Atas izin Allah SWT, bank akan bersedia.

8. Perbanyak sedekah. Kalau tidak punya utang, mau sedekah jadi enteng. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yg ingin doanya terkabul & kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong org yg dlm kesempitan.” (HR. Ahmad)

Demikianlah 8 Jurus untuk menghindarkan diri dari riba dan prakteknya, yang dalam realitas kekinian hampir menyentuh seluruh kehidupan kita. Semoga kita semua dilapangkan jalannya oleh Allah SWT agar terbebas dari riba dan menempuh jalan semata-mata karena mencari ridlo Allah semata. (*)