Faisal: Mereka sering katai Saya Anjing!

TAKALAR, Palontaraq.com – Kasus kekerasan dan penganiayaan di sekolah kembali bertambah. Ironis, karena terjadi di lembaga pendidikan yang seharusnya banyak mengajarkan adab dan akhlak yang baik. Lebih ironis lagi karena pelakunya adalah siswa. Adalah Faisal Daeng Pole (38), petugas kebersihan di SMPN 2 Galesong Selatan Kabupaten Takalar dikeroyok oleh 5 siswa sekolah tersebut.

Faisal yang saat ini berstatus pegawai honorer di SMPN 2 Galesong Selatan ini mengaku mengenal kelima siswa ini sejak pertama kali mereka bersekolah. “Tetapi kemarin ini sudah keterlaluan. Guru-gurunya saja sudah banyak mengeluh dipanggil anjing sama mereka,” kata Faisal saat melaporkan tindakan pengeroyokan tersebut di Mapolsek Galesong Selatan, Jalan Poros Takalar-Gowa, Kabupaten Takalar, Senin (11/2/2019).

“Mereka sering katai saya anjing!  Mereka sudah sering katai saya dengan panggilan dan kata kasar lainnnya,” kata Faisal di kepolisian. Dikatakan Faisal, saat dirinya sedang membersihkan halaman sekolah dia dikatai ‘Pole Anjing, Pole Najis’. “Saya datangi mereka, lalu saya bilang saya ini bukan anjing. Saya ini orang-orang baik kasihan,” terangnya.

Faisal yang mengenakan kemeja putih ini sempat dipertemukan dengan siswa pengeroyok dirinya. Saat bertemu itulah, Faisal kembali menceritakan pengalamannya saat dikeroyok dan menunjukkan bukti bekas lukanya dikepala. Salah seorang siswa terdiam saat mendengar keterangan dari Faisal ini. Sambil menutup mukanya dengan pakaian sekolahnya, ia mengaku sebagai salah seorang yang memukul Faisal. “Iye (iya) sayang pukul Pak,” kata siswa ini di hadapan polisi.

Tidak satu pun kata permintaan maaf dan penyesalan yang terlontar dari kelima siswa pengeroyok. Rencananya, para siswa yang masih berstatus terperiksa ini akan dibawa ke Mapolres Takalar untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)