BUAT  Anda pelaku usaha Pangan Olahan, ada informasi regulasi terkini yang penting diketahui buat kelangsungan usaha Anda. Nah, sebelum kita sampaikan regulasi baru di bidang pangan olahan, kita segarkan dahulu ingatan kita tentang definisi penting yang akan sering kita temukan dalam Peraturan-peraturan bidang Pangan Olahan, yaitu :
Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.
Pangan Olahan adalah makanan dan minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan.
Bahan Baku adalah bahan dasar yang dapat berupa pangan segar dan pangan olahan yang dapat digunakan untuk memproduksi pangan.
Dalam rangka upaya melindungi masyarakat dari penggunaan bahan baku pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi pangan maka Badan POM mengeluarkan Peraturan Badan POM No. 7 tahun 2018 tentang Bahan Baku yang dilarang dalam Pangan Olahan.
Bahan Baku yang dilarang dalam Peraturan Badan ini meliputi  bahan atau senyawa baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang berasal dari sumber hayati sebanyak 165 (seratus enam puluh lima) dan sintetik sebanyak 35 (tiga puluh lima).
Kriteria pelarangan Pangan Olahan yang diproduksi atau dimasukkan untuk diedarkan di wilayah Indonesia meliputi :
a. Bahan Baku yang dapat mengganggu, merugikan, dan atau membahayakan.
b. Bahan Baku yang mengandung narkotika, psikotropika, nikotin, tumbuhan yang dilindungi, dan atau satwa yang dilindungi.
Nah, bahan baku apa saja sih yang termasuk bahan baku yang dilarang dal peraturan tersebut, kami persilahkan untuk mengunduh versi pdf-nya di bawah ini:
Demikian informasi dari kami. Semoga bermanfaat!