Ada banyak jalan untuk menjadi Penulis.  Pilihan itu terbuka lebar dan bisa dimudahkan. Ruang untuk menulis juga tersedia dimana-mana, baik online maupun offline.  Bagi yang menggemari dan suka membaca fiksi juga bisa menulis fiksi, puisi atau cerita pendek (cerpen).  Bagi yang suka membaca artikel, esai, atau feature, sebenarnya juga bisa menulis yang sama. Yang diperlukan sekarang, hanya tekad, komitmen dan semangat untuk menulis. Tak ada tips sukses menulis selain mencoba menulis. Keep on writing. Menulis, menulis, dan menulis lagi.

Dengan menulis, kita dapat menjadi penulis buku, wartawan, penulis artikel lepas, blogger, dan masih banyak lagi.  Keren, kan? Mungkin bisa penulis seperti Buya Hamka, Andrea Hirata, Tere Liye, Asma Nadia, Dewi Lestari, Habiburrahman el-Shirazy, J. K. Rowling, dan lain sebagainya.  Bagi yang menggemari dan suka fiksi, Kali ini Palontaraq ingin berbagi tips.  Untuk bisa menulis cerita fiksi, kita harus tentukan siapa saja tokoh yang ada di dalam cerita itu, bagaimana karakter dari masing-masing tokoh, serta menentukan cerita tersebut akan ditulis dari sudut pandang siapa, serta bagaimana latar ceritanya.

Baca Juga Cerpen: Surat Cinta untuk Bidadari Kecilku di Surga

Untuk lebih memudahkan bertutur saat menulis, maka tulislah terlebih dahulu sinopsis ceritanya sebagai panduan.  Setelah itu, buat alur dan plotnya.  Alur adalah jalannya cerita, sedang plot adalah naik turunnya emosi dalam cerita.  Penulis Cerita Fiksi  harus dapat membuat poin-poin plotnya. Pertama,  ada intro, pengenalan cerita. Lalu ada complication (awal konflik), rising action (menuju konflik), climax (puncak konflik), anticlimax (konflik menurun), dan akhirnya, ending (penyelesaian).

Poin-poin tersebut diatas sangat membantu penulis fiksi mengembangkan ceritanya. Sabar dulu, kelihatannya ini mudah, tapi jujur, sebenarnya ini tidak mudah-mudah amat, tapi juga tidak sesulit yang dibayangkan. Disinilah tantangannya. Ketika menulis fiksi, penulisnya tidak boleh menyatakan perasaan atau emosi yang dialami tokoh, namun mendeskripsikan perwatakan tubuh atau mimik muka sang tokoh.

Baca Juga Cerpen: Cinta di Ujung Badik

Untuk mempermudah penulisan fiksinya, sekali lagi, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Tentukan Tema. Banyak sekali tema yang bisa dipilih:  Percintaan, persahabatan, pengkhianatan, atau kehidupan sehari-hari.  Dengan menentukan tema, maka akan mempermudah penulisan cerita fiksi.

2. Tentukan Tokoh.  Pilih nama tokoh yang menarik dan unik,  begitu pula perwatakan dari tokoh cerita itu.  Buat perbedaan antara watak satu tokoh dengan tokoh lainnya karena kekuatan karakter tokoh bisa jadi poin penting dalam cerita fiksi.

3. Tentukan Alur. Ada 3 alur, alur maju, alur mundur, alur maju mundur. Pilihlah salah satu dan kembangkan berdasarkan imajinasimu.

4. Tentukan Sudut Pandang Cerita. Kamu bisa pakai sudut pandang orang pertama, kedua, atau ketiga. Ini juga bisa kamu kembangkan sesuai imajinasimu.

5. Tentukan Latar Cerita. Misalnya, di desa, di rumah mertua, taman kota, sebuah gudang, dan sebagainya.  Setelah itu berikan deskripsi singkat mengenai latar cerita supaya tampak lebih hidup.

6. Buat Paragraf Pertama yang Menarik. Banyak orang bilang ini yang paling susah, tapi kalau kamu sudah berhasil melewatinya maka tidak ada yang bisa membuatmu berhenti menulis sampai selesai.

7. Buat Akhir yang Menyentuh. Entah itu akhir yang bahagia, sedih, atau bahkan menggantung dan diserahkan langsung kepada pembaca, apa pun itu buatlah sesuatu yang membuat pembacamu terkesan.

8. Baca Lagi Tulisanmu. Setelah selesai, tidak ada salahnya membaca lagi cerita yang telah ditulis.  Perbaiki jika ada typo atau ada jalan cerita yang tidak masuk akal. Minta pendapat  penulis lain atau yang kamu percaya menjadi editormu.

Nah, demikian tips singkatnya. Mau menulis fiksi dan terpublikasi di social blog Palontaraq.com, daftar DISINI.  Selamat menulis cerita pendek, ya! (*)