MAKASSAR, Palontaraq.com– Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi setelah beberapa hari terakhir intens melakukan penggalangan bantuan dan donasi untuk korban terdampak banjir, akhirnya bisa juga menuntaskan kerjanya dengan menyalurkan bantuan sembako dan pakaian layak pakai sebanyak 1 truk lewat Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulsel di Kantor MRI-ACT Sulsel, Ruko Alauddin, Sabtu (2/2/2019).

Hal ini diungkapkan Tajuddin, Koordinator Aksi Pangkep Peduli dan Berbagi, bahwa bantuan yang disalurkan tersebut merupakan hasil kerjasama beberapa komunitas dan relawan yang peduli dengan korban terdampak banjir di Sulawesi Selatan. “Awalnya kami mau menyalurkan langsung ke lokasi terdampak, namun kami kesulitan di survey dan assesment, jangan sampai kami salah sasaran dalam penyaluran bantuan atau terjadi penumpukan bantuan di satu titik, akhirnya kami mempercayakannya kepada ACT Sulsel untuk menyalurkannya.

Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi
Penyaluran Bantuan Sembako dari Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi di Kantor ACT Sulsel (foto: ist/palontaraq)
Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi
Penyaluran Bantuan Sembako dari Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi di Kantor ACT Sulsel (foto: ist/palontaraq)

Hal yang sama diungkapkan Muhammad Farid Wajdi, bahwa dalam penyaluran bantuan untuk korban terdampak banjir di Sulawesi Selatan tidak boleh ada egoisme komunitas sehingga menyebabkan tumpang tindih penyaluran bantuan ke masyarakat. “Dari laporan berbagai media dan relawan, awalnya kami akan menyalurkan bantuan ke Desa Sapanang Jeneponto atau Sapaya Gowa, namun lagi-lagi banyak simpang siur informasi terkait tumpang tindihnya penyaluran bantuan. Karena itu kami menyerahkan sepenuhnya ke pihak ACT yang lebih turun pertama kali melakukan tanggap darurat di lokasi terdampak.

Seperti dikutip dari Updated data ACT Sulsel, Sabtu (26/2/2019), banjir serentak yang melanda Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019) terjadi di 13 Kabupaten/Kota, 61 kecamatan, dan 106 Desa mengakibatkan 6596 terdampak. Banjir disebabkan hujan deras yang terus mengguyur sejak Senin (21/1/2019 dinihari hingga selasa sore mengakibatkan debit air di Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa, meningkat hingga 101,39 meter dan mengakibatkan banjir di 10 kabupaten/kota.

Penyaluran Bantuan Sembako dari Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi di Kantor ACT Sulsel
Anggota Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi di Kantor ACT Sulsel (foto: ist/palontaraq)

Banjir terdampak di Sulawesi Selatan ini, menurut data ACT Sulsel, telah menyebabkan 59 orang meninggal, 47 luka-luka, 3.481 mengungsi, 25 orang dinyatakan hilang, rumah rusak sebanyak 79 unit, 4.857 terendam, 12 rumah ibadah rusak, 2 unit pasar, 10 jembatan, 11.876 Ha sawah mengalami kerusakan serta 22 unit sekolah. “Semoga dengan bantuan dari Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak banjir”, harap Tajuddin. (*)