PANGKEP,Palontaraq.com–Sebanyak 71 KK menjadi korban banjir akibat hujan tiada henti, sejak Ahad (20/1) lalu. Meski sejak kemarin, Selasa (22/1) air berangsur surut, namun akibat yang ditimbulkannya masih sangat terasa hingga kini. Hal ini diungkapkan Andi Alaem, Kepala Desa Biringere yang mengungkapkan ketinggian air mencapai dua meter lebih dengan wilayah terdampak Dusun Borong Untia dan Dusun Biringere bagian luar, dekat dari sungai, yang memang datarannya rendah.

“Kita hanya bisa berdoa saja, semoga air cepat surut. Karena beberapa warga yang rumahnya terdampak banjir ini memang tidak bisa kemana-mana. Karena itu bantuan pertama yang bisa kita berikan sejak hari pertama banjir adalah bantuan makanan. Ada sekitar 60 KK di Borong Untia bagian luar dan 10 KK di Biringere bagian luar juga, serta 1 Rumah yang terdampak angin puting beliung”, ungkapnya.

Banjir di Biringere. (foto: ist/palontaraq)
Banjir di Biringere. (foto: ist/palontaraq)

Sementara itu, Local Community Organizer (LCO) Desa Biringere, Muhammad Farid Wajdi juga melaporkan rusak dan tenggelamnya kandang ayam petelur. “Kandang ayam petelur ini berisi sekitar 300 ekor lebih dan hanya bisa diselamatkan 60 ekor, itupun dalam keadaan sakit. Usaha Ayam Petelur ini merupakan usaha kelompok masyarakat dan binaan dari Community Development CSR PT. Semen Tonasa”, ujarnya.

Camat Bungoro, Drs Tamrin yang meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Borong Untia, Selasa (22/1), mengharapkan agar secepatnya Pemerintah Desa setempat mengambil langkah-langkah pemberian bantuan terhadap warga terdampak banjir. “Di Biringere ini cukup parah karena separuh dari bangunan rumah warga terkena banjir, sehingga menyulitkan warga mencari makanan. Ini harus jadi prioritas, terutama untuk wilayah Borong Untia”, tuturnya.

Banjir di Biringere. (foto: ist/palontaraq)
Banjir di Biringere. (foto: ist/palontaraq)

Sampai saat hari kedua surutnya air ini, telah datang bantuan makanan dari CSR PT. Semen Tonasa. “Pemerintah Desa Biringere telah berbuat yang terbaik dalam penanganan banjir ini, terima kasih pula kami ucapkan kepada segenap orang, lembaga dan perusahaan yang telah mengulurkan bantuan dan tali kasihnya. Kami sangat menghargai dan berterima kasih. Semoga ini cepat berlalu”, ujar Andi Alam, kepala Desa Biringere. (*)