Bukan mau kami ada di jalanan
Berdiri, dan kadang berlari dibawah panas terik
Menyapa riuh gemuruh kendaraan lalu lalang
Bersama nasib yang tak seharusnya kami terima

Bukan mau kami ada di jalanan
Terpaku, dan kadang meratap dibawah guyuran hujan
Menengadah tangan pada siapa bermata peduli
Bersama nasib yang tak seharusnya kami ratapi

Bukan mau kami ada di jalanan
Menangis dalam sunyi, dan kadang teriakan tak jelas di perempatan lampu merah
Memperdengarkan lagu cinta diiringi musik gemericing koin, penutup botol dan kaleng.
Bersama nasib yang tak seharusnya kami dendangkan.

Bukan mau kami ada di jalanan
Terduduk, dan kadang memangku lutut bersama buku kusut
Tersenyum getir melihat sebaya diantar ke sekolah
Bersama nasib yang tak seharusnya kami jalani

Bukan mau kami ada di jalanan
Bersila di depan nasi bungkus belas kasihan, dan kadang tanpa gizi
Sejak dini, kami belajar sehat dengan makanan apa adanya
Bersama nasib yang tak seharusnya kami nikmati

Bukan mau kami ada di jalanan
Mencari perhatian dan keadilan dari tuan dan puang.
Meyakinkan diri Tuhan tak melupakan kami
Bersama nasib yang tak seharusnya kami hakimi

Bukan mau kami ada di jalanan
Berbaring, dan kadang tertidur dibawah jembatan
Menata mimpi suatu masa kelak menggapai bintang
Bersama nasib yang tak seharusnya kami impikan

Bukan mau kami ada di jalanan
Bermain tak kenal lelah, dan kadang menertawakan tingkah kemewahan
Menikmati bahagia dari lorong, lapangan dan rumah penampungan
Bersama nasib yang tak seharusnya kami sesali

Jika ditanya apa mau kami, duhai yang punya kuasa
Jadikanlah jalanan kami sekolah yang ramah
Hingga kami tak perlu bersama nasib yang seharusnya
Hingga kami dapat merasai tatapan bahagia di jembatan masa depan.

 

Karya Etta Adil
Makassar, Fly Over Pettarani, 20 Januari 2019

===========

Puisi ini didedikasikan untuk Anak-anak Jalanan di Makassar, dan kepada Pengurus/Pembina Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Makassar, tetaplah tulus, ikhlas, dan peduli. Berbagi tiada henti dan tak kenal lelah mengurus Anak Jalanan sebagai bagian dari kerja sosial dan amal pengabdian kepada masyarakat.  Semoga apa yang telah dilakukan selama ini bernilai pahala disisiNYA.

Tulisan Terkait:

Lagi, KPAJ Bina 37 Anak