Guru yang memahami Teknik SOFTEN adalah guru idola para siswa.  Mengajar sebenarnya bukanlah suatu perkara yang mudah, tetapi juga bukan suatu perkara yang susah. Mengajar itu gampang dan sangat menyenangkan bagi guru yang banyak memahami teknik dan seni mengajar itu sendiri.

Salah satu teknik yang sering terlupakan oleh beberapa guru adalah Teknik SOFTEN, yaitu Smile, Open Gesture, Forward lean, Touch, Eye contact, Nod.  Apa dan Bagaimana mengaplikasi Teknik SOFTEN itu dalam mengajar?  Mari kita bahas teknik ini satu per satu:

1. Smile (Senyum)

Guru dianjurkan mengajar sambil tersenyum (keep smile).  Kebiasaan senyum ini masih banyak dianggap susah, khususnya bagi mereka yang memang sukar untuk ramah.  Memang susah membiasakan tersenyum bagi guru yang belum terbiasa. Latih diri untuk selalu tersenyum atau paling tidak munculkan niat untuk selalu membahagiakan orang lain atau orang di sekitar kita. Latihkan diri untuk senyum selama tiga detik. Ingat ya! Senyum selain dapat memberikan kenyamanan siswa juga sebagai nilai ibadah bagi kita.

2. Open Gesture (Terbuka)

Keterbukaan atau Open Gesture ini kadang diartikan sebagai terbuka pada materi yang dibicarakan. Kita menerima kritikan dan masukan dari seorang siswa untuk memperbaiki diri kita dalam proses pembelajaran. Ada juga yang menyatakan open gesture yang dimaksud adalah kita berbicara/mengajar dengan tangan terbuka, berekspresi, dan tidak kaku seperti melipatkan tangan di depan dada.

3. Forward lean (membungkuk ke arah depan)

Jika ada siswa yang sedang bertanya, dekatkan dan bungkukkan badan kita ke arahnya. Ini sebagai tanda bahwa kita siapp dan mendengar apa yang mereka tanyakan.

4. Touch (Sentuh)

Berikan sentuhan (touch) kepada siswa Anda, seperti usapkan kepala atau bahunya sambil bilang: “Wah, pintar kamu”. Biasanya anak yang kinestetik suka saat disentuh. Tapi ingat! Anda harus tahu umur dan tempat yang disentuh. Jangan sampai menyetuh bagian-bagian pribadi siswa. Dalam pergaulan muslim, dikenal mahram dan bukan mahram, sebaiknya sentuhan yang dimaksud adalah hatinya, bukan sentuhan fisik jika anak didik telah memasuki usia baligh.  Terkecuali bagi anak didik yang masih seusia TK dan SD, tentu tak mengapa disentuh sebagai guru-murid, ayah-anak, sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Tahu, kan yang saya maksud???

5. Eye contact (Tatap Mata)

Pandanglah siswa kita dengan rasa sayang. Lihat matanya baca apa yang ada di dalam hatinya. Memandang yang baik adalah selama 3 detik.* Setelah 3 detik palingkan tatapan Anda ke siswa lain atau objek lain seperti papan tulis atau gambar yang sedang Anda jelaskan.

6. Nod (mengangguk)

Jika siswa Anda sedang berbicara/menjelaskan/mengungkapkan pendapatnya. Anda dengarkan, dan anggukan kepala Anda sebagai tanda Anda mendengarkan dan mengerti apa yang dia utarakan. Siswa akan merasa dihargai jika kita memberikan anggukan saat dia mengutarakan pendapatnya.

Itulah teknik SOFTEN secara sederhana. Teknik Soften ini biasa pula digunakan oleh Orang-orang yang bergelut di dunia bisnis, khususnya dalam melakukan negosiasi. Menurut para psikolog, seseorang berbicara seharusnya menggunakan teknik ini untuk dapat membuat lawan bicaranya  merasa nyaman dan dihargai.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat adanya. (*)