Apa itu Phubbing? Mungkin istilah ini masih asing kedengaran di telinga kita, namun sebenarnya perilaku Phubbing sudah menggejala dimana-mana dan bahkan menjadi perilaku massif dalam lingkungan sosial kita sejak perkembangan pesat telepon pintar (smartphone).  Phubbing adalah istilah sibuk main handphone dan mengabaikan orang di hadapan kita. Inilah pola perilaku anti sosial dan inilah yang sekarang banyak terjadi.

Phubbing adalah singkatan dari kata “Phone” dan “Snubbing” yang diciptakan oleh Alex Haigh, seorang peneliti Australia yang menemukan fakta sosial maraknya perilaku mengabaikan sesama dalam masyarakat dan keluarga saat bertemu akibat memegang smartphone.  Pada bulan Mei 2012 para ahli bahasa, sosiolog, dan budayawan berkumpul di Sidney University dan melahirkan satu kata baru dalam tata bahasa Inggris, yaitu Phubbing, dimaknai sebagai perilaku yang sibuk sendiri dengan gadget di tangannya, sehingga ia tidak perhatian lagi kepada orang yang berada di dekatnya.

Karena Phubbing dianggap sebagai perilaku anti sosial, maka dikampanyekanlah Stop phubbing (berhenti main handphone sendiri) kalau kita sedang berhadapan atau sedang dalam pertemuan. Ini kata baru dan sedang diadakan campaign (kampanye) anti phubbing.Kata Phubbing pertama kali dijelaskan oleh Direktur Akun Grup McCann Adrian Mills, yang bekerja dengan David Astle. (YouTube. 2017-01-03. diakses 2017-01-03).

Istilah Phubbing ini telah muncul di media di seluruh dunia dan dipopulerkan kampanye Stop Phubbing yang dibuat oleh McCann.  Phubbing menjadi istilah yang diciptakan sebagai bagian dari kampanye oleh Kamus Macquarie untuk menggambarkan kebiasaan menggertak seseorang yang mendukung ponsel. Pada Mei 2012, agensi periklanan di balik kampanye, McCann, telah mengundang sejumlah ahli kamus, penulis, dan penyair untuk menciptakan neologisme untuk menggambarkan perilaku tersebut.

The effects of Phubbing (foto: WVLT)
The effects of Phubbing (foto: WVLT)

Situs kampanye Stop Phubbing, dan halaman Facebook terkait, adalah bagian dari upaya hubungan masyarakat yang rumit yang dirancang untuk mempromosikan Kamus Macquarie of Australia. (Shareen Pathak, 07-10-2013) dan “McCann Melbourne Membuat Kata untuk Menjual Kamus” (Adage.com, 2013-10-12). Di media, situs web itu awalnya dikreditkan oleh seorang mahasiswa Australia bernama Alex Haigh, yang telah magang di McCann dan kemudian disewa. (Tom Chatfield, 05-08-2013-08-05) dan Munculnya Phubbing alias telepon snubbing-Features-Gadgets & Tech”. (London: The Independent. Diperoleh 2013-10-12).

Karena sudah menjadi fenomena yang sangat umum, dunia sampai memerlukan sebuah kata khusus untuk penyebutannya. Kini kata phubbing secara resmi sudah dimasukkan dalam Kamus Bahasa Inggris di berbagai negara. Sebuah film, berjudul A Word is Born, menggambarkan keseluruhan proses dan berfungsi sebagai iklan untuk kamus “Phubbing: A Word is Born” (YouTube. 2013-10-08, diakses 2013-10-12)

Sampai saat ini Bahasa Indonesia belum memiliki kata serapan dari phubbing ini. Padahal kita sendiri sering berperilaku phubbing. Misalnya saat berbicara dengan tamu atau teman sekantor, tangan kita sibuk bermain handphone, petugas teller di bank, tangan kita sambil memainkan gadget, bahkan pada saat rapat, mengajar, dan perilaku anti sosial lainnya.

Ketika menemani anak-anak mengerjakan tugas sekolah, setiap satu menit sekali kita melirik layar handphone kalau-kalau ada notifikasi yang masuk. Pada momen makan bersama keluarga, bahkan pada saat di pembaringan sekalipun, yang terjadi sekarang ponsel diletakkan sedekat mungkin di sisi kita dan mampu menyela obrolan apapun ketika ada suara pesan dari media sosial.  Orang yang ada di dekat kita, dekat tetapi terasa jauh, dekat tapi diabaikan. Ya, Kita sudah menjadi phubber sejati!

Saudaraku, mari kita benahi diri sendiri. Tidak berarti kita berhenti gunakan handphone atau smartphone, tapi setidaknya kurangi phubbing sebisa mungkin. Hormatilah Orang-orang di sekitar anda, jika orang yang berada di depan anda, jadilah pendengar yang baik, jangan sampai anda dikatakan tidak mempunyai sopan santun oleh orang di sekitar anda. Jangan sampai handphone yang kita beli dengan keringat hasil usaha sendiri ini, justru memisahkan kita dengan teman, dengan sahabat, bahkan memisahkan kita dari saudara, orangtua, anak dan suami atau istri

Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)