Palontaraq.com – SEJAK kecil saya sudah suka membaca buku. Boleh dibilang, tiada hari tanpa membaca buku. Buku dengan sendirinya telah menjadi kebutuhan harian. Rasanya, hari hambar tanpa melewatinya dengan membaca buku. Kadang suatu buku saya baca dengan sangat serius sehingga harus meluangkan waktu khusus yang lama, di tempat yang khusus pula dimana tidak ada gangguan dari siapapun. Terkadang pula saya bercenkerama dengan buku di sela waktu senggang saja, namun kebanyakan diantaranya buku adalah pengantar tidur dikala mata masih terjaga. Untuk yang terakhir ini, buku itu adalah buku fiksi.

Setiap bulan, saya menyisihkan uang saku untuk membeli buku minimal 4 judul, dengan perhitungan satu buku per minggunya. Jadi, dalam setahun saya membeli buku minimal 48 eksemplar dengan judul buku yang berbeda tentunya. Masih sangat kurang, bukan? Ya, Inipun saya nilai masih sangat kurang.

Dalam suatu acara bedah buku, menerima buku langsung dari penulisnya adalah satu kebanggaan tersendiri. (foto: ist/palontaraq)
Dalam suatu acara bedah buku, menerima buku langsung dari penulisnya adalah satu kebanggaan tersendiri. (foto: ist/palontaraq)

Semakin banyak informasi yang kita baca dan serap dari buku semakin berpeluang kita sukses dalam hidup. Ya, sukses dalam rumah tangga, sukses dalam pekerjaan dan bisnis, sukses mengenal diri dan lingkungan, atau sukses dalam ibadah keagamaan. Apapun yang kita hadapi dan apapun yang menjadi harapan kita, tentu semuanya memerlukan proses pembelajaran dan buku (dengan membaca buku) bagi saya adalah salah satu solusinya.

Sewaktu masih aktif jadi wartawan. Saya seringkali membaca ulang berita saya yang sudah termuat di Koran. Begitupun berita yang ditulis teman wartawan lainnya, pada banyak koran yang berbeda, saya juga sering membandingkan antara satu berita dengan berita lainnya. Dari situ saya dapat menarik kesimpulan, bahwa wartawan pun berbeda-beda dalam hal cara mengolah informasi dan menyusunnya menjadi sebuah berita.

Jadilah Pembaca dan Penulis yang bijak karena menimba pengetahuan dari buku. (foto: ist/palontaraq)
Jadilah Pembaca dan Penulis yang bijak karena menimba pengetahuan dari buku. (foto: ist/palontaraq)

Apa yang membuatnya berbeda? Ada banyak wartawan yang berpuas diri dengan keadaannya, ada pula wartawan yang mau maju dan berkembang. Ada wartawan yang banyak membaca buku, sering mencari referensi tambahan untuk kelengkapan informasi yang didapatnya. Ada pula— yang ini lebih banyak tentunya—yaitu, mereka yang cukup berpuas diri dengan ‘informasi’ atau ‘pengetahuan’ yang didapatnya dari orang lain.

Menghadapi buku bagi saya sama saja dengan menghadapi pembicaraan (pendapat) penulisnya. Karena itu tidak cukup hanya berpuas diri dengan pendapat satu penulis. Perkayalah khazanah pengetahuan kita dengan terus banyak membaca buku, baik dari ragam ilmu yang sama maupun dari disiplin pengetahuan yang berbeda.

Begitu pula halnya dengan cara menggali informasi (wawancara) seorang wartawan, akan sama saja dengan cara kita berbicara dalam interaksi sosial. Ingatlah, teman atau lawan bicara kita tentu akan lebih senang dan bangga punya teman berilmu daripada punya teman yang berpengetahuan pas-pasan mengenai suatu topik pembicaraan.

Dari dua tipe itu, tentu saja saya memilih maju dan berkembang. Dan konsekuensinya harus banyak belajar, bertanya dan membaca buku. Saya mencintai profesi wartawan dan ingin jiwa wartawan itu akan terus ada dalam diri saya, meskipun suatu waktu saya tak lagi jadi wartawan. Saya sadar ketika itu, bahwa suatu waktu seiring bertambahnya umur dan fisik yang menurun, saya tak mungkin jadi wartawan terus.

Bagi saya puncak sukses seorang wartawan adalah menjadi penulis. Menjadi penulis buku adalah impian saya sejak mengenal ‘makhluk pencerdas’ bernama buku. Sejak itu pula saya mulai belajar menulis artikel, esai, cerpen, atau resensi untuk pencapaian “award” itu.

Sampai sekarang, saya masih terus belajar. Belajar dengan banyak membaca dan menulis. Bukankah sebuah kebanggaan dan penghargaan terhadap diri sendiri jika tulisan atau buku kita memberi pencerahan bagi orang lain? Ya, Buku adalah “award” bagi wartawan. Buku adalah “award” bagi penulisnya. Anda ingin jadi penulis atau ingin sukses dalam bidang apapun yang ditekuni? Jangan pernah lepaskan buku dari tangan anda. Warnai hidup anda dengan Buku.