DESTINASI  wisata Tanjung Bira di Bulukumba sudah cukup popular, dan cenderung pengunjungnya bertambah setiap tahunnya. Namun tak banyak wisatawan yang mencoba menikmati keindahan pesona alam bawah laut yang terhampar di hadapan Tanjung Bira, salah satunya adalah Pulau Liukang Loe. Justru wisatawan mancanegara yang lebih sering berpetualang di Pulau-pulau eksotis sekitar Tanjung Bira.

Pulau Liukang Loe dapat dicapai sekitar 15-20 menit dari pantai pasir putih Tanjung Bira dengan menyewa perahu nelayan atau Speed Boat seharga Rp.250-000 sampai Rp.350.000 untuk satu kali trip pergi pulang.  Hanya saja perjalanan menuju Pulau Liukang Loe perlu sedikit keberanian jika memutuskan menyeberang dengan menggunakan perahu nelayan, dengan kapasitas 7-10 orang.

Perjalanan Menuju Pulau Liukang Loe. (foto: mfaridwm/palontaraq.com)
Perjalanan Menuju Pulau Liukang Loe. (foto: mfaridwm/palontaraq.com)

Sekitar 5 menit setelah meninggalkan pantai, pelayaran akan memacu adrenalin karena melewati pertemuan arus yang cukup deras. Ketinggian ombak bisa mencapai satu meter dari permukaan laut mengayun kapal  dan bahkan airnya terhempas masuk ke badan perahu. Namun tak perlu khawatir karena umumnya warga setempat berpengalaman mengarungi laut dengan perahu seperti itu.

Pulau Liukang Loe merupakan pulau batu yang ditutupi gugusan batu karang yang berpusat di tengah pulau. Karena itu, wisatawan dapat menikmati eksotisme terumbu karang saat diving dan snorkeling di pesisir pantainya.

Perairan Pulau Liukang Loe. (foto: mfaridwm/palontaraq.com)
Perairan Pulau Liukang Loe. (foto: mfaridwm/palontaraq.com)
Di Pintu gerbang Pulau Liukang Loe. (foto: Najiah/palontaraq.com)
Di Pintu gerbang Pulau Liukang Loe. (foto: Najiah/palontaraq.com)

Pada bagian sebelah barat pulau, umumnya dihuni oleh penduduk setempat. Dari keterangan penduduk lokal, umumnya wisatawan mancanegara yang pernah berkunjung ke Pulau Liukang Loe adalah berasal dari  beberapa Negara Eropa, seperti Spanyol, Belanda, Jerman, dan Perancis.

Pulau Liukang Loe, secara bahasa bermakna Pulau kampung sebelah, namun ada pula yang mengartikan kalau Liukang itu berarti kayu hitam, sedang Loe bermakna banyak. Penamaan dari Bahasa Konjo ini menurut penutur local disebabkan adanya banyak kayu hitam di pulau yang sangat terkenal dengan hamparan pasir pantainya yang putih dan lembut.

Bercengkerama dengan Penyu di Rumah Apung Pesisir Pulau Liukang Loe. (foto: nurhudayah/palontaraq)
Bercengkerama dengan Penyu di Rumah Apung Pesisir Pulau Liukang Loe. (foto: nurhudayah/palontaraq)
Di Pesisir pantai Pulau Liukang Loe (foto: nurhudayah/palontaraq.com)
Di Pesisir pantai Pulau Liukang Loe (foto: nurhudayah/palontaraq.com)
Salah satu spot foto di dermaga Pulau Liukang Loe. (foto: nadiah/palontaraq.com)
Salah satu spot foto di dermaga Pulau Liukang Loe. (foto: nadiah/palontaraq.com)

Pemandangan bawah lautnya juga sungguh memikat bagi penikmat snorkeling. Karena itu berkunjung ke Pulau Liukang Loe Kecamatan Bonto Bahari Bulukumba ini merupakan salah satu pilihan tepat bagi penikmat keindahan wisata alam bawah laut.

Selain snorkeling, di Pulau Liukang Loe juga banyak tersedia tempat spot berfoto dengan latar belakang dermaga, gugusan kapal yang sandar di dermaga, pesisir pantai, atau air lautnya yang tenang. Wisatawan juga dapat menikmati aneka kuliner berupa hidangan laut (seafood) atau air kelapa muda yang ditawarkan oleh penduduk lokal.

Dermaga Pulau Liukang Loe. (foto: mfaridwm/palontaraq.com)
Dermaga Pulau Liukang Loe. (foto: mfaridwm/palontaraq.com)

Pengunjung juga dapat membeli cenderamata khas dari pulau itu berupa sarung tenun Bangkuru Bira atau jika ingin narzis bersama penyu-penyu besar secara langsung, bisa mendatangi rumah apung di sekitar pantai dan hanya perlu membayar uang masuk sebesar Rp.10.000,-/pengunjung. Jika ingin bermalam di Pulau indah ini, wisatawan dapat melakukan tawar menawar dengan pemilik vila atau penginapan yang ada disitu, atau dengan pemilik rumah penduduk setempat. (*)