AKHIR-AKHIR  ini penulis merasa muak dengan segala tayangan televisi. Tayangannya penuh dengan kekerasan dan kekasaran. Ironinya, kadang anak lebih banyak waktunya di rumah, di depan televisi dengan segala pengajarannya yang tidak mendidik. Tanpa kita sadari, televisi menjadi pengganti orang tua bagi mereka. Dan kini, Internetpun merasuki kehidupan mereka dengan segala kemungkinan dampaknya. Bagaimana mengatasinya?

Seharusnya sderhana. Cukup pantau perkembangan si anak, batasi interaksinya dengan televisi dan internet, jika anak belum memiliki filter yang bagus dalam hal memilih dan memilah tayangan dan content yang baik baginya, ada baiknya di dampingi. Selain meluangkan waktu belajar dan bermain bersama di siang hari, ada baiknya orang tua menghabiskan waktu 5-10 menit mendongeng sebagai pengantar tidur sang anak.

Dongeng
Dengan dongeng menyalurkan hobi bercerita dan sang anak diajarkan untuk menjadi pendengar yang baik. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Saya suka mendongeng. Bagi saya , mendongeng seperti menyalurkan hobi bercerita. Dengan mendongeng, secara tidak langsung kita menanamkan budi pekerti dan perasaan yang halus kepada anak. Mendongeng sebenarnya bisa memikat dan mendatangkan banyak manfaat, bukan hanya pada anak-anak tetapi juga bagi orang tua yang suka mendongengkan anaknya.

Dengan mendongeng, ikatan emosional dan komunikasi antara orang tua dan anak bisa lebih terjalin erat, khususnya pada waktu malam mengantarkan anak ke pembaringan, ini waktu yang baik bagi anak itu sendiri melakukan relaksasi pikiran dan perasaannya setelah seharian capek belajar dan bermain.

Dongeng dengan sendirinya, paling tidak bagi saya, memberikan efek psikologis bagi orang tua dan anak. Orang tua yang senantiasa familiar dengan kegiatan mendongeng akan membekali dirinya dengan cerita-cerita yang menarik karena tidak mungkin satu dongeng itu terus diulang-ulang.

Selain itu, secara tidak langsung juga melatih orang tua menyusun bahasa dalam penceritaan sedemikian rupa agar lebih sistematis dan mampu mensugesti anak, memberi pengaruh pada perkembangan pikiran dan kejiwaannya. Dongeng seperti Si Kancil, Si Jubah Merah, Bawang Merah – Bawang Putih, dan lain sebagainya, sejak dulu selalu membawa pesan yang begitu menyentuh. sehingga bisa membentuk anak berperilaku baik.

Dari dongeng, ada banyak manfaat yang bisa dipetik, antara lain meningkatkan keterampilan berbicara pada sang anak, karena dengan sendirinya anak akan kenal banyak kosa kata, selain semakin mengembangkan kemampuan berbahasa anak, dengan mendengarkan banyak struktur kalimat, meningkat pula minat bacanya.

Pada setiap penceritaan dongeng, selalu terbuka ruang untuk mengembangkan keterampilan berpikir atau meningkatkan keterampilan memecahkan suatu masalah, misalnya bagaimana menghadapi kejahatan dan kelicikan. Dongeng dapat pula merangsang imajinasi dan kreativitas anak, mengembangkan emosinya, memperkenalkan nilai moral dan ide baru, serta memahami budaya daerah lainnya.

Saat ini, kegiatan mendongeng sudah menjadi kegiatan yang sangat jarang di rumah.  Anak-anak lebih familiar dengan video game, playstation atau game computer sebagai pelarian. Sejak bangun hingga menjelang tidur, mereka dihadapkan pada televisi yang menyajikan beragam acara, mulai dari film kartun, kuis, hingga sinetron yang acapkali bukan tontonan yang edukatif buat anak.

Dongeng merupakan media edukasi yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras dan pantang menyerah. Semoga kita semua menyadari bahwa pendidikan dan hiburan itu mahal. Dongeng adalah pendidikan dan hiburan sekaligus, dengan tanpa biaya, tapi hasilnya jauh lebih bisa diharapkan membuat anak punya rasa simpati dan empati, cerdas, jujur dan santun.

SUDAH TERLALU BANYAK MASALAH KELUARGA: NARKOBA, FREE SEX, LARI DARI RUMAH, BERURUSAN DENGAN HUKUM, BERKAWAN DENGAN KRIMINAL, KESEMUANYA DIAWALI  KARENA TIDAK ADANYA HUBUNGAN EMOSIONAL YANG ERAT ANTARA ORANG TUA DAN ANAK.

MARI TANAMKAN BUDI PEKERTI YANG BAIK PADA ANAK, SALAH SATUNYA LEWAT DONGENG.